Latar
Sejak SMA saya suka olah raga. Lari, pushup, situp, semua dijalankan dengan rutin. Masuk jenjang kuliah meningkat menjadi fitness. Fitnessnya tidak ke tempat fitness, tapi cuma di kamar kost dengan
dumbbell. Pelan-pelan saya kumpulkan alat-alat lain seperti
bar,
plate, sampai akhirnya dapat beli
bench untuk
press.
Setelah bekerja rutinitas berkurang tajam. Selain sulitnya waktu, juga kelelahan sepulang bekerja membuat badan enggan di push lagi. Sabtu Minggu pun di pakai untuk istirahat penuh atau aktivitas lain.
Beberapa cara fitness saya coba satu-satu, namun selalu tidak diteruskan. Sampai akhirnya saya coba PULL-UP. Karena tidak ada tempat 'gantung' yang cocok, saya membeli
chinning bar merk Kettler di toko buku Gunung Agung. Pull-up biasa juga disebut chin (dagu) up.
Ternyata PULL-UP lumayan cocok buat saya. Saya bisa melakukannya secara rutin dan tanpa kelelahan. Dan efeknya lumayan terasa bila dilakukan tiap hari.
Mengapa PULL-UP Mudah? Karena bisa dilakukan seperti iseng saja. Pull-up tidak perlu
set maupun jadwal. Bisa dilakukan kapan saja dan sebanyak yang kita mampu. Misalnya pagi saya sanggup 10 X
repetisi, kemudian malam saya lakukan lagi cuma sanggup 5 X. Tidak apa-apa, dan besoknya bisa saya lakukan lagi (tid
ak perlu istirahat 1 hari). Tidak ada ketentuan. Dan bila dilakukan secara rutin, kita akan mampu menambah jumlah repetisi kita.
Efek yang dirasakan otot tubuh bagian atas (torso) mengencang dan membuat badan menjadi tegap, kokoh. Pusatnya adalah otot
trisep,
bisep dan
deltoit atas. Bila sanggup dengan repetisi yang banyak, dan beberapa set, bis
a menambah massa otot. Selain itu dengan sedikit modifikas bisa mengencangkan otot
-otot tubuh lainnya seperti
abdominal (abs).
Bagaimana melakukannya?
Gambar saat diangkat/diatasA. Telapak tangan menghadap ke dalam, posisinya sejajar dengan bahu.
B. Telapak tangan menghadap ke dalam, posisinya dekat / menempel
C. Telapak tangan menghadap ke luar, posisinya lebar, lebih lebar dari bahu. Bar berada dibelakang tengkuk.
D. Sama dengan C, namun bar berada didepan dagu.
Gambar diatas adalah beberapa alternatif posisi tangan, saat tubuh berada diatas atau terangkat. Dengan posisi badan menggantung, gerakan dilakukan dengan meluruskan dan menekuk lengan sehingga badan naik keatas (halah, masa ga tau). Dilakukan beberapa kali semampu kita.
Saya sendiri biasa posisi tangan A karena keterbatasan (foto menyusul besok!).
Alternatif lain:

Dengan Pull-up kita juga bisa melatih Abs. Caranya dengan mengangkat kaki kita selama melakukan Pull-up seperti pada gambar.
1. Dengan kaki menekuk
2. Dengan kaki lurus
Tidak perlu diberi beban dulu. Namun bila dirasa sanggup, boleh mencobanya secara bertahap.
Saya sendiri biasanya seperti gambar 3, dengan beberapa repetisi.
3. Dengan kaki lurus, kemudian dilipat hingga paha menempel dada, kemudian diluruskan kembali.
Catatan
Tentu bagi yang memiliki bobot tubuh lebih, pull-up lebih sulit dilakukan, atau bahkan tidak mungkin. Syarat mutlak berat badan harus cukup untuk mampu diangkat (sendiri). Jadi mau tidak mau untuk olah raga satu ini harus menjaga berat badan dengan berdiet (kalau males lari).
SELAMAT MENCOBA!!