Minggu itu untuk melepas jenuh saya berangkat ke MKG (Mall Kelapa Gading). Seperti biasa saya parkir ditempat liar dibelakang mall, yang dijaga oleh para Ambon. Alasannya hanya karena lebih dekat dibanding saveparking di gedung sampingnya.
Selesai dari MKG saya langsung menuju rumah, lurus lewat jalan Velodrome.
Ketemu lampu merah pertama, perempatan Kelapa Gading, saya mencium bau air mani, iya betul, air mani lelaki, sangat tajam. Saya celingak-celinguk tidak ada mobil sampah atau semacamnya yang bisa menjadi sumber bau.
Perempatan kedua, Kayu Putih, bau itu tercium lagi, sama tajamnya.
Perempatan terakhir, Pemuda, memang ternyata bau itu berasa dari motor saya!
Setelah dirumah, saya periksa dan seperti dugaan, ada sesuatu diknalpot motor. Sesuatu itu cairan sangat kental berwarna hitam, karena panas knalpot cairan itu mengeluarkan bau mani tadi yang menyengat.
Yang saya heran, dari mana cairan kental itu? Kalau menetes dari atas, tidak mungkin karena masih terhalang tangki bensin. Dari motor sendiri diperiksa tidak ada yang terbakar. Cairan itu sendiri terlihat seperti dioleskan, bukan seperti ketumpahan.
Apa mungkin memang ada orang jail yang mengoleskan cairan itu? Seorang 'ahli kimia' yang sedang menguji penemuannya? Atau memang cairan itu tidak sengaja secara alamiah menempel diknalpot motor saya?
Bekas cairan itu setelah di gosok pakai koran. Belum sepenuhnya hilang, juga baunya.
Yang jelas bagi pengguna motor periksa-periksa dulu sebelum meninggalkan area parkir umum. Sebab cairan itu setelah kena panas sulit hilangnya!