Junk Mail Joke ...
Seorang pria ditemani seorang wanita mendatangi ruang praktek dokter.
" Ada yang bisa saya bantu?", tanya si dokter.
"Dok', sahut si pria, 'Tolong dokter perhatikan sementara kami melakukan seks, nanti tolong beritahu apa ada yang salah"
Meskipun agak heran, si dokter setuju. Pasangan itu melepas pakaian dan mulai melakukan seks di depan sang dokter.
Sesudahnya dokter itu berkata, "Hm...tak ada yang salah dengan kalian". Mereka membayar, lalu beranjak pergi.
Minggu depannya pasangan itu muncul lagi, dan kembali meminta dokter melakukan hal yang sama. Tidak ada kelainan. Mereka membayar dan pergi.
Ketika minggu ketiga mereka muncul lagi, si dokter berkata, "Saya tidak habis pikir. Kan sudah saya bilang tak ada problem yang saya temukan, kenapa Anda berdua masih mendatangi saya?"
Dengan malu-malu si pria berkata, "Ehm...sebenarnya begini Dok. Dia ini selingkuhan saya. Kami nggak mungkin melakukannya di rumah masing-masing. Trus kalo di hotel kena 300 ribu. Di sini kami Cuma bayar 150 ribu, dan bisa di-reimburse lagi kwitansinya ke HRD".
udah ah, kerja lagi...
 | Category: | Movies | | Genre: | Mystery & Suspense |
Film ini memang didominasi tokoh-tokoh tua, dan hanya beberapa tokoh muda yang menjadi pusat cerita. Bercerita tentang perburuan uang yang dicuri oleh seorang koboi ex-Vietnam, Llewelyn Moss (Josh Brolin), dari bekas transaksi narkoba yang gagal, setelah baku tembak yang membunuh semuanya.
Bos besar yang khawatir, mengirimkan seorang pembunuh berdarah dingin, Anton Chigurh (Javier Bardem), untuk membereskannya. Pembunuh tanpa perasaan yang sanggup membunuh siapapun; orang awam tua, bahkan wanita, hanya dengan taruhan coin. Karena terlalu khawatir, dikirimkan juga gerombolan-gerombolan Mexican untuk mencari uang itu. Maka terjadilah pusaran kekacauan pembunuhan yang tidak terkendali. Korbannya tidak saja para penjahat, tetapi juga orang-orang awam yang tidak ada kaitannya apa-apa.
Pekerjaan rumah yang rumit bagi Ed Tom Bell (Tommy Lee Jones), sheriff tua yang bertugas di area itu, pinggiran Texas. Di hamparan tanah tandus yang luas itu, bagaimana bisa mengidentifikasi seorang pembunuh yang berkeliaran tanpa meninggalkan jejak saksi selain yang telah mati. Namun ia sadar apa yang ia hadapi, dan itu sudah diluar kuasanya.
***
Film ini sebuah drama thriller yang alurnya bergerak alamiah, apa adanya. Jangan berharap Tommy Lee Jones berlaga seperti pada film The Fugitive atau U.S Marshall. Sepertinya karakter penyelidik sudah melekat di dirinya, namun ia dengan sangat baik bisa memerankannya berbeda-beda sesuai karakter dalam cerita.
Dua alur cerita yang sama dengan warna yang berbeda mengalir saling menyeimbangi. Kejar-kejaran antara Llewelyn dan Chigurh yang penuh darah dan kekerasan, dan dibelakangnya Tom Bell beserta deputy-nya mencoba mengejar dengan tenang dan bahkan sedikit humor. "Age'll flatten a man," ujar Tom Bell suatu kali menjawab komentar deputinya ketika Bell mencoba menggambarkan apa yang terjadi dengan suara yang datar.
Menurut saya inilah yang menjadi kelebihan film No Country For Old Man. Disatu sisi penuh kematian yang membabi buta, sisi lain sangat manusiawi. Disatu sisi Cigurh tanpa ekspresi membunuh bapak tua dengan 'penembak' gas yang biasa dipakai membunuh ternak, sisi lain Tom Bell dengan sabar dan penuh perhatian menjelaskan apa yang tengah terjadi kepada istri Llewelyn agar menyerahkan informasi dimana suaminya berada untuk segera diselamatkan.
***
Suguhan film dengan gaya dan kisah lain yang baru dari Coen Brothers, layak dapat 4 bintang selayaknya 4 Oscar. Tidak menjanjikan hiburan, namun bisa menjadi tempat bercermin siapa sesungguhnya kita dari ketiga karakter itu; Llewely yang gigih tanpa tujuan, Chigurh yang dingin namun punya tujuan, atau Tom Bell yang mengikuti saja kemana angin membawanya.
Silahkan tonton sendiri filmnya.... 
 | Category: | Movies | | Genre: | Education |
Funiest 'Behind The Scene' film I ever seen. It revealed that:
CUM SHOT SCENE is HARD........ 
 | Category: | Books | | Genre: | Other | | Author: | Budiman Hakim |
Akhirnya selesai juga satu buku, yang memenuhi waktu-waktu senggang saya. Walaupun udah lama ga berkecimpung di grafis, ternyata saya masih juga tergelitik untuk mengetahui perkembangan iklan kita saat ini, bukan dari sudut pandang 'luar', tapi dari 'dalam'. Maksudnya, selama ini saya yang cuma misuh-misuh dan komentar ga jelas didepan TV saat menayangkan iklan, atau baca tulisan orang dimedia cetak yang sepertinya mengerti katam tentang iklan padahal ga pernah ngambil jurusan DKV di kampus.
Buku ini mengajak kita melihat dari sudut pandang orang iklan sendiri, yaitu Budiman Hakim, dan tentu saja, didalamnya dia tidak sendiri. Banyak didalamnya dia imbuhkan kutipan-kutipan tulisan rekan-rekannya dari milis maupun yang lain. Gaya tulisannya yang ringan, seperti orang ngobrol, bikin enak untuk dibaca, tanpa mengurangi bobot didalamnya.
Sebenarnya buku Ngobrolin Iklan, Yuk! lebih cocok dibaca oleh orang yang punya kaitan dengan iklan. Tapi diawal-awal, tema yang diangkat cukup universal, bisa menjadi masukan orang diluar iklan. Seperti pada bab II berjudul kreativitas dan hambatan-hambatannya. Budiman bercerita tentang pengalamannya tahun 1984 tinggal di Jerman, desa Rimbach tepatnya, bersama keluarga Schmidt;
- Kalau dia sedang jalan-jalan dikota, orang-orang pada ngeliatin. Bahkan ada yang mengelus-elus kulitnya. Rumah Schmidt pun jadi ramai banyak tetangga yang berkunjung, hanya untuk melihat Budiman dan mengelus kulitnya. Kata Pak Schmidt, kulit seperti itulah yang diidam-idamkan. Kulit hitam hasil jemuran matahari tidak sebagus kulit om Bud. (Disini? Orang berlomba-lomba ingin berkulit putih -Pen)
- Ketika di supermarket, Ibu Schmidt membiarkan Olaf, anaknya yang masih 4 tahun, jalan-jalan tanpa dipegangi orang tuanya. Kuatir hilang Budiman menggandeng tangan anak itu. Diluar dugaan Ibu Schmidt meminta Budiman untuk melepas tangan Olaf dan membiarkan dia jalan-jalan sendirian. Alasan Ibu Schmidt, "Saya mau Olaf belajar mandiri." Kalau terpisah gimana? "Saya mau dia merasa menanggung resiko itu. Sehingga dia punya tanggung jawab pada dirinya sendiri agar tidak hilang dari pengamatan kita. Biarkan dia bermain sekaligus memastikan dirinya sendiri tetap berada disekitar kita." Kalau hilang? "Jangan kuatir, Mata saya hampir tidak pernah lepas dari dia. Tapi dia tidak perlu tau kan?" (Katanya kalo diluar, anak-anak dibiasakan tidak digendong, tapi ditaro di kereta anak, supaya dia terbiasa sendiri. Juga tidur dipisahkan dari orang tua. Dengan begitu tidak manja dan bergantung pada orang tua. -Pen)
- Kalau rumah kedatangan tamu, Bapak Schmidt selalu memanggil anak-anaknya untuk menemui tamunya. Kemudian Bapak Schmidt memperkenalkan anak-anaknya, dan menyuruh anak-anaknya untuk memperkenalkan diri ke tamu. Tidak sampai disitu, mereka pun mengobrol basa-basi dengan lancarnya, bahkan si kecil Olaf berceloteh paling panjang, padahal hanya menceritakan anjingnya yang baru beranak 3 ekor. Setelah ngalor-ngidul barulah semua anak diijinkan meninggalkan ruang tamu.
Saya jadi teringat curhatan ibu saya, tentang anak sahabatnya yang bila menerima ibu saya dirumahnya, tidak ada keramahannya, bahkan tersenyum saja tidak. Ibu saya bingung, apa anak-anak sekarang ga dibiasain menerima tamu, mengobrol dengan tamu, padahal ibu saya tau kalau sahabatnya itu sangat ramah. Waktu bertanya kepada saya, saya cuma menjawab, mungkin memang eranya beda, Bu. Mungkin diantara mereka sendiri juga ngga ada keramahan dalam pergaulannya. Lah, saya kalau jalan-jalan di Mall, itu anak-anak ABG dengan santainya berjalan ramai-ramai sampai hampir menutup seluruh lebar jalan, membuat orang lain sulit lewat. Belum lagi sarana internet yang memudahkan kita komunikasi, tapi secara bersamaan tidak membiasakan kita berinteraksi langsung dengan lawan bicara.
Lho kok jadi saya yang curhat, oke, balik lagi.
Terus, apa hubungannya cerita Budiman dengan periklanan?
Ada 3 pelajaran yang bisa dipetik dari situ, Mandiri, Berani dan Supel. Periklanan itu berhubungan erat dengan marketing. Produk yang sama bisa berjuta bentuk dan warna beredar dipasaran dalam label yang berbeda-beda. Tentu ini melahirkan persaingan yang sangat ketat. Kalau dalam promosinya kita hanya bisa mengekor, membuntut promosi yang sudah ada, tidak mungkin bisa meraih pasar.
Iklan membutuhkan keterampilan presentasi yang handal. Sekedar jago ngecap pun tidak cukup, tetapi harus didasari ilmu yang kuat. Kalau presentasi terbata-bata bagaimana meyakinkan klient? Persiapan yang matang dan latihan bisa membantu kita untuk berani presentasi.
Tak kenal maka tak sayang. Tidak selalu dengan kepintaran dan dominasi untuk bisa mengikat klien, tapi juga dengan sikap persahabatan. Tidak jarang klien bertahan untuk tetap menggunakan jasa kita dari pada pesaing yang menawarkan harga lebih murah, hanya karena ikatan personal. Pribadi yang menyenangkan terbangun dari cara bersosialisasi dari kecil, dan itu bisa menjadi modal kita untuk mengikat klien.
Dan banyak lagi pelajaran yang bisa diambil, yang bisa memperluas wawasan kita. Walau memang sebagian terlalu lekat dengan dunia Advertising yang kadang saya juga kurang paham. Hehe 
 | Category: | Books | | Genre: | Science | | Author: | Richard Robinson |
Membaca buku ini lumayan bikin pencerahan juga buat saya. Salah satunya membahas 'emosi' manusia. Kalau kita sedang terburu-buru, rasanya semua berjalan lambat. Dijelaskan kalau didiri manusia terdapat 'jam internal', dan jam itu akan berjalan lebih cepat bila kita sedang panik.
Ada lagi kalau kita sedang marah, kita selalu bertindak hal-hal yg akan kita sesali setelahnya. Saat kita emosi, amigdala, bagian depan otak, menjadi dominan. Semua indra dan adrenalin kita dipompa melewati batas normal dan mendesak akal sehat kita. Ini diperlukan bila di jaman batu, untuk survival terhadap ancaman yang berbahaya. Tapi dijaman yg serba logika sekarang ini, yang ada kita hanya menyakiti/merusak sekitar kita.
Dan banyak lagi pengungkapan2 misteri sehari-hari yang bikin saya tersenyum juga. Ga rugi untuk jadi koleksi di lemari buku kebanggaan ... :D 
 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
"Go Home..."
Rambo meminta kepada para missionaris itu. Tapi mereka tetep aja ngotot untuk berangkat. Rambo tidak bisa berkata-kata lagi, kekejaman perang tidak bisa dijelaskan selain dengan mengalaminya sendiri.
Dan mereka pun tertangkap oleh serdadu Burma. Rambo yang sudah ingin pensiun dari peluru dan darah, tak bisa lagi menekan gejolak darah perangnya yang selalu memanggil-manggil dimimpi buruknya.
"live for nothing, or die for something..."
Akhirnya Rambo kembali menumpahkan darah dikancah peperangan, membantu para mercenaries menolong para missionaries...
Review: Cerita cenderung datar dan tidak heroisme seperti film-film Rambo sebelumnya. Keunikannya tanpa perlu flashback, kita sudah membayangankan sendiri kehebatan Rambo di masa lalu. Pesan dalam film ini adalah, perang adalah perang. Yang bicara hanyalah peluru dan mesiu.
Persiapkan diri dari adegan darah-darah dan tubuh yang pecah belah. Karena disitu kekuatan film Rambo IV kali ini. Yang jelas, ibarat makan nasi goreng, rasanya pengen nambah sepiring lagi......... 
 | Category: | Movies | | Genre: | Mystery & Suspense |
Akhirnya dapet jg gw DVD dengan teks inggris yg bener. Maunya nunggu ori tapi hati sudah tak sabar.
Kisahnya tentang keluarga bahagia n sempurna yang anaknya diculik oleh seseorang tak dikenal. Entah apa yang diinginkan sang penculik, namun dalam beberapa hari yang pendek, dia membawa keluarga itu kedalam tekanan yang tak pernah mereka alami sebelumnya.
Sayang saya ga bisa cerita lebih karena film ini (menurut gw) T.O.P B.G.T dan kudu ditonton sendiri .... eh, bawa temen or pasangan juga lebih baik. Hehehe 
| Category: | Movies | | Genre: | Science Fiction & Fantasy |
Mungkin ini satu-satunya film orang yang dibintangin oleh 'bukan orang'. Kalau sudah ngomongin film, cuma ada satu alien dan satu predator, bukan ET atau X-Files, bukan Planet Animal atau T Rex di Jurasik Park, melainkan tentu saja...  dan  !!! Alien Versus Predator : Requiem cuma tontonan para penggemar film alien, apalagi yang udah ngikutin sequel Alien-Sigourney Weaver dan Predator-Arnold Schwarzenegger. Filmnya tidak basa basi dengan fase yang cepat. Lumayan menegangkan dan penuh darah-darah. Tidak dianjurkan untuk cewe apalagi yang sedang hamil. Jangan aja!
 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
His Fists Seek Justice, His Kicks Mean Vengeance, His Name Is Legend ...
Bagi orang Thailand, gajah adalah bagian hidup mereka, teman mereka, keluarga mereka. Jadi, jangan macam-macam sama gajah, sebab backingnya banyak di Thailand sana, termasuk Khan, si jagoan kampung. Tapi mafia ga mau tau, mereka mencuri sodara2 Khan; seekor gajah betina Yai, dan anaknya Korn. Ga tanggung-tanggung, langsung diselundupkan ke Sidney, Australia.
Ayahnya mati di dor, dan pemerintah Thai juga terlibat. Tidak ada pilihan lain, Khan harus berangkat ke Sidney sendirian. Untunglah sampai disana dia bertemu Mark, sersan polisi Sidney yang keturunan Thai. Bak Kabayan Jaba Kota, Khan si lugu dari kampung dibantu Mark dan Pla, wanita Thai yang dipaksa melacur disana, bersama-sama melawan sindikat pencuri binatang-binatang eksotis. Karena mereka mencuri bukan untuk dipelihara, boro-boro dijadikan sodara, tapi binatang-binatang itu mereka bikin ... TOM YUM GOONG!!!
NB: Kalo di barat judulnya The Protector. Ya iya lah ...... 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
"This is the problem of America; it's just too big. You can't find the heart of anything, to stick a knife." Maka, Frank membawa dirinya sendiri ke ladang heroin di tengah belantara Vietnam untuk bertemu langsung dengan tuan tanahnya. Dan ia memasarkannya di tanah Amerika dibawah pengawasannya langsung. It's a free country dengan label kapitalisme. Berjuta-juta dolar ia keluarkan dan hukum pun tunduk kepadanya. Tidak ada yang berani melangkahinya karena begitulah aturan hidup di jalanan New York, siapa yang kuat dialah yang menang. Disanalah kehidupan Frank. Richie masuk kepolisian karena mencintai hukum dan ingin menangkap penjahat. Namun impiannya itu justru membuatnya diasingkan diantara teman-teman seangkatannya. Belum lagi bad habbitnya soal main perempuan, sampai akhirnya istrinya menuntut perceraian. Anaknya pun direnggut darinya. "Did you really find a million dollar in a trunk of a car and you turn it in? Would you do that again?" Sikapnya yang lurus dikepolisian membuatnya sendirian, namun justru menjadi pilihan kepala kejaksaan dan biro federal untuk menjadikan dia ketua operasi khusus mengejar pemimpin distribusi obat bius di New York. Selama menikmati film ini, saya dibawa jauh dari moralitas dan agama. Saya lebih turut menyelami kedalam keyakinan akan keputusan jalan hidup yang dipilih manusia. Dan Frank dan Richie menjalaninya dengan jujur, memegang teguh prinsip dan disiplin tinggi. Menghadapi resikonya dengan berani walau nyawa yang jadi taruhannya.  
| Category: | Music | | Genre: | Classical | | Artist: | Stephen Chow feat a Friend |
| Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Akhirnya saya nonton juga film ini. Secara Liam Neeson dan Pierce Brosnan lumayan aktor favorite saya, dan mereka berkolaborasi disini.
Ceritanya tentang perburuan dua (mantan) tentara, Carve (Liam) dan Gideon (Pierce). Carve menyaksikan keluarganya mati 'terbunuh' di rumahnya sendiri yang terbakar, dan menganggap Gideon adalah penyebabnya. Sedang Gideon tidak menginginkan itu terjadi bahkan dihantui oleh rasa bersalah.
Carve yang penuh dendam dan Gideon yang terus berjuang untuk hidup, dimainkan dengan sungguh baik oleh pasangan Liam dan Pierce, membawa kita ikut dalam ketegangan. Mereka menjadikan film ini 'hidup' dan enak ditonton hingga akhir. Walau fasenya tidak cepat, tapi selalu ada kejutan di sepanjang cerita.
Walau cukup sekali, tapi film ini sangat layak untuk ditonton. 
 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Kalau saya lihat, ga jauh beda garis merah perfilman amerika dan indonesia. Di indonesia, film-film remaja, percintaan, dan hantu2an terus saja diproduksi dengan perhitungan, masyarakat indonesia sudah terbiasa dengan sinetron-sinetron tivi sehingga film bioskop dengan tema yang sama lebih banyak diminati. Di amerika, mulai banyak film-film yang disadur dari novel laris, atau re-make film asing yang sudah terbukti laris dinegaranya, tujuannya jelas, agar publik sudah 'mengenal' film itu, dan berbondong-bondong ke bioskop untuk menontonnya. Contoh saja Harry Potter, Lord of the Ring, dan ... Bourne Ultimatum.
Film ini dibuka dengan cerita 'flash back' dari sequel sebelumnya Bourne Supremaci. Ending Supremaci, adalah pertengahan cerita di Ultimatum.
Bourne 'dibikin' menjadi orang yang diburu-buru (lagi). Sebuah agensi inteligence khusus, yang levelnya diatas CIA, tetap tidak percaya bahwa bourne sudah bukan lagi ancaman, dan mereka ingin membunuhnya. Mereka mengirimkan agen-agen lapangan, dan beberapa eksekutor untuk melaksanakannya. Kembali terjadi perkelahian, kejar-kejaran, adu taktik, penyusupan, penyadapan, dan segala macam trik-trik lapangan para agen muktahir ini. Dan tentu saja, bourne adalah sang pemenang.
Actionnya tetap seru, terutama adegan kejar-kejaran dan fightnya. juga musik latar. noz suka sekali dengan editing cepatnya. Cuma yang kurang menurut saya pendalaman 'human'nya. karakter bourne terlalu kaku dan terlalu pintar, sehigga tidak terasa manusiawinya.
Banyak ke'heran'an difilm bourne kali ini seperti yang dyru amatin. Memang jangan berpikir logika dan akal sehat untuk nonton film ini. Seperti halnya film-film sequel sejenisnya, (mission imposible, james bond, die hard) bourne sepertinya disiapkan untuk menjadi film franchise* juga. karena denger-denger, script film ke-4 sudah siap difilmkan. Dan keuntungan film franchise adalah, mau bagus atau tidaknya prediksi tentang film itu, orang akan tetap datang untuk menontonnya. Itu yang dimanfaatkan para produser, karena rumah produksi lebih berani jor-joran dana karena tau filmnya pasti bakal laris. Maka film itu dibuat se komersial mungkin, tidak perlu cerita yang dalam, tidak perlu kebenaran fakta, tidak perlu detail continuity**, yang penting orang datang dan terhibur. Saya perhatikan juga unsur sadisme dan sex juga hilangkan, karena produser ingin film bisa menjadi tontonan keluarga.
Jadi, datang dan tonton saja filmnya. secara sudah nonton 2 sequel sebelumnya, dan bakal ada sequel selanjutnya, jangan lewatkan yang satu ini! (that's the idea of franchise movie ;))
* bila sebuah film sequel sukses, biasanya judulnya akan di'jual' ke produser/sutradara lain untuk dilanjutkan sequelnya.
** 'inbetween' antara satu scene ke scene selanjutnya. ibarat kalau kita ke luar rumah, kita membuka pintu depan, trus menguncinya, kemudian membuka pintu gerbang, menggemboknya. di film action biasanya continuity dihilangkan karena dianggap 'mengganggu'. 
 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Ga tahan akhirnya gw segera nonton Transformers bareng Noz. Secara dia kritik gw yang suka ga nulis sinopsis, jadi sekarang ceritanya begini...
---
Alkisah, diluasnya jagad raya ini, diantara planet, asteroid dan bintang, terdapat sebuah kekuatan berbentuk kubus melayang-layang dan tedampar disebuah planet. Kubus ini mampu mengubah mesin apapun menjadi robot yang bernyawa. Para Transformers.
Robot segera memenuhi planet itu dan mereka hidup adil dan aman untuk beberapa waktu. Sampai suatu ketika, terjadilah perpecahan diantara mereka. Perang diantara mereka menghancurkan planet yang mereka tinggali dan penghuninya menyebar ke segala penjuru antariksa, termasuk kubus tadi, dan tentu saja, terdampar dibumi.
Siapapun robot transfo yang memiliki kubus, dia dapat membentuk pasukannya sendiri dan menjadi yang terkuat. Akhirnya dua kubu robot bertemu di bumi dan saling bertempur memperebutkan kubus. Sepasang remaja yang kebetulan terlibat, akhirnya membantu autobots (robot baik), untuk mengalahkan decepticons (robot jahat).
---
Mungkin tulisan gw ini terpengaruh sama film DieHard 4.0. Nonton DieHard itu foreplay, orgasmenya di Transformers, ternyata gw ga mencapai klimaks. Buat gw masih lebih seru DieHard, walau secara visual Transfo jauh lebih terdepan (naik yamaha sih).
Dengan gabungan Paramount dan Dreamworks, plus Steven Spielberg dalam tim produser, Michael Bay bisa jor-joran supaya filmnya, Transformers, menjadi film super-aksi yang spectaculer. Dan benar. Di Transfo, gw bisa nikmatin visual yang super-keren, dimana efek komputer keseluruhan bener2 terlihat menyatu sama film dengan nyaris sempurna.
Ngga cuma itu, transformers yang detail, kerusakan dari pertempuran para robot, permainan camera, bener2 manjain mata gw dan bikin gw terkagum2. Lu bakal terpaku liat indahnya film ini.
Awalnya gw amazing liat awal pemunculan decepticons yang datang ke base militer dan mengobrak-abriknya tanpa sisa. Setelah itu special force mati-matian melawan decepticons-scorpio yang super sangar, kereeeeeeennn banget.
Tapi setelah pemunculan robot2 lain, cepat jadi terasa biasa aja. udah ga ada gregetnya lagi. Pertempuran dari pertengahan sampai akhir film, walaupun actionnya habis-habisan, tapi gw sempet merasa bosan juga. Mungkin karena makin kurangnya usur ketegangan. Apalagi pertempuran antara decepticons dan autobots terlihat seperti video game saja. Cuma di film bisa banyak angle dan live-environment. Mobil kelempar dan meledak, gedung ambrol, jalanan bolong... that's all. no tense.
Tetep, film ini layak tonton. Bener2 menghibur. Apalagi kalo ngajak ponakan gw yg lg seneng2nya sama robot, bisa-bisa jingkrak-jingkrak sendiri didepan layar. 
 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Rencananya sih kita mo nonton Transformers. Tapi begitu gw nyampe bioskop 21 Pelangi, ternyata DIEHARD 4.0 udah nongol. Gw tanya dulu apa bangkunya msh kosong, ternyata iya, akhirnya nonton deh bareng Noz.
Seruuu, action! pokoknya hiburan big budget! Secara gw udah lama kangen sama action dar der dor tanpa perlu mikir2 njelimet, tapi tetep punya kualitas. Tembak-tembakan, mobil kelempar, meladak sana sini, ketegangan, silat, 'battle dance', semua ada deh! Terutama juga buat cewe2, Bruce Willis tetep hot as ever. Ga bakal lu liat si tua ini seperti aktor2 tua lainnya yg gemuk n lambat. Willis tetep atletis dan lincah dalam setiap aksi. Tanah darah keringat malah bikin dia tambah garang.
Walau filmnya tentang hacking, adegan ngoprek2 kompi dibikin singkat aja dan penjelasannya dalam adegan sehingga ga buang2 waktu. Karakter para nerd kompi, juga ditonjolkan. Kebiasaan, dialog, desahan nafas mereka saat bekerja dibawah tekanan bertaruh nyawa. Gw juga suka dengan dialognya. Bagus! Juga semua aktornya acting bagus. Sutradara tetep merhatiin hal2 kecil yang manusiawi, misalnya saat 'old school' McLane menutup webcam yang mengawasi dia agar bisa bicara diam2 dengan Farrel yang tentu aja masih terdengar lewat mic dan McLane ngga nyadarin itu.
Pokoknya, ni film bener2 true entertaining, bikin nagih pengen ditambah lama filmnya karena kita bakal duduk diem terpaku menanti action2 selanjutnya yang makin SERU! 
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
It's like ... you are part of the ocean itself
So wonderful

 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Sori sebelumnya, secara filmnya dah mo abis masa puter, ni review jadinya dah basi, padahal gw nonton ni film udah lama. Berhubung gw suka banget, ga tahan akhirnya gw tulis juga di sini.
Ceritanya sederhana, seorang veteran sniper dari marinir, dimintai tolong untuk kembali berugas buat nolongin president. Nyatanya dia dijebak untuk dijadiin kambing hitam penembakan uskup dari Afrika.
Dengan dua luka tembakan, dia berhasil lolos dan memulihkan diri. Dibantu petugas FBI yang renegade, dan janda pointernya, tidak ada jalan lain dia harus membalas orang2 yang udah menjebak dia, dan mengungkap kebobrokan moral pemerintahan yang haus akan minyak.
Gw suka film ini juga simple aja, ceritanya ringan, aksinya mantap. Mungkin kita akan berpikir, 'cuma ada di film', tapi begitu lihat peluru yg ditembak dari atas gunung, menghantam kepala orang yg sedang melaju diatas mobil, terasa juga adrenalin kita naik ketengkuk.
Dipilihnya Mark Wahlberg juga pas banget. Berhubung karakter yang dia peranin adalah marinir terlatih, harus kelihatan kalem, tenang, ngomong seperlunya. Dengan tampang Mark yang udah dikenal, kita bisa cepat akrab Bob Swagner, si shooter itu.
Dan karakter2 lain seperti Nick dan Sarah sebagai partner Bob, lawannya the colonel (Danny Glover) dgn 3 partnernya, teman2 Nick di FBI, ditambah karakter2 baru yang muncul ditengah film, semua punya peran penting dalam cerita dan di'jaga' kemunculannya sehingga Bob Swagner tidak menjadi dominan dan cerita tidak membosankan.
Maksud gw aksi yang mantap itu bukan model tembak2an kayak BlackHawkDown, atau mobil2 kelempar dan meledak macam Terminator JD, tapi aksi yang cerdas dan baru. Gimana dia bisa lolos dari kepungan 24 tentara, adu sniper di pegunungan es, dan semua masih bisa masuk akal kita.
Gw jamin, (udah dibuktiin sama temen2) lu nonton film ini ga bakal nyesel. Seru! 
 | Category: | Movies | | Genre: | Classics |
Ni film lumayan bikin heboh di Amerika, sampai presiden Nixon turun tangan (inget film Forest Gump waktu pamer pantatnya?).
DEEPTHROAT itu film sex hardcore xxx, produksi tahun 1972. Secara tahun itu blm ada kaset video, film ini diputer di bioskop2. Launching awal di Time Square. Kebayang kan nonton film bernuansa Vivid di bioskop umum? Hehehe
Dianggap merusak moral publik, film ini dibredel polisi dan FBI sampe turun tangan. Pemain, sutradara, produser diinterogasi. Mafia Itali saat itu juga menarik keuntungan dari larisnya film ini; setengah dari penghasilan bioskop langsung dirampas, cash! Gw sendiri nonton DVD film ini yg dipesen di market Inggris.
Idenya ceritanya cukup gokil. Ada cewe kesulitan (maaf) orgasme... dia menikmati sex, tapi ga pernah sampai 'puncak'. Setelah diperiksa ke dokter, ternyata 'C' nya bukan di 'V', tapi di dalem tenggorokan!
Bagaimana solusinya? Oke........ Dari pada pusing, kenapa ga coba 'lewat' mulut aja? Mentok sampe tenggorokan. Beres kan?
Maka sepanjang film, itu yg bakal kamu lihat. Hehehe *tandukan

 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Semua mungkin udah pada tau, kalo ni film isinya kejem n sadis. Yah.. udah jadi trade mark Mel Gibson sekarang bikin film berdarah-darah, sejak Braveheart. Tapi sebenernya ga sekejem film2 dulu kok, malah ada lucnya juga.
Ceritanya berawal dari sebuah dusun yg diserang sama sekelompok penculik. Orang2 mudanya di jadikan sandera, dibawa ke kota Maya (latar belakang ceritanya pada jaman Maya). Yang cewe dijadiin budak, yang cowo jadi sesembahannya dewa; jantungnya diambil, kepalanya dipenggal dan badannya dibuang (keliatan nyata banget, bo...).
Selebihnya nonton aja, pokoknya dijamin Seru n Asyik di tonton. Kalo sempet baca dulu komik Tintin judul "Tawanan Dewa Matahari". ;-) 
| |